Sistem Pengendali dan Penggerak Motor Listrik

Sistem Pengendali dan Penggerak Motor adalah perangkat listrik atau elektronik yang mengatur kecepatan motor, torsi, dan output posisi putaran. 

Drive memodifikasi input daya ke motor untuk mencapai output yang diinginkan. Rangkaian Pengendali umumnya terintegrasi dengan rangkaian penggerak sebagai satu, sehingga istilah penggerak motor dan Pengendali motor bisa digunakan secara bergantian. 

Ada empat jenis Pengendali dan penggerak motor dasar: Pengendali Motor AC, Pengendali Motor DC, Pengendali Motor servo, dan Pengendali Motor stepper, masing-masing memiliki jenis daya input yang dimodifikasi ke fungsi output yang berbeda beda sesuai dengan aplikasi yang di butuhkan.

Sistem Pengendali dan Penggerak Motor Listrik

Dari kiri ke kanan, motor servo AC, motor DC tanpa sikat, dan motor stepper.

Komponen Pengendali Motor Listrik Fungsinya dan Jenis Penggeraknya 

Pengendali Motor AC

Komponen Pengendali dan Penggerak Motor AC adalah perangkat elektronik yang memodifikasi daya input ke motor dengan biasanya menyesuaikan frekuensi daya ke motor dengan tujuan untuk tujuan mengatur kecepatan dan torsi keluarannya. 

Spesifikasi utama yang harus di perhatikan agar dapat sesuai dengan aplikasi yang di inginkan, yang perlu di perhatikan adalah mode pengoperasian penggerak, jenis motor, jenis inverter, klasifikasi tegangan sistem loop, konsumsi daya, sistem komunikasi, serta spesifikasi kelistrikan input dan output.
Pengendali dan penggerak motor AC digunakan dalam aplikasi proses untuk mengontrol kecepatan pompa, kipas, blower, dll. 

Motor dikenal sebagai penggerak kecepatan variabel, penggerak frekuensi yang dapat disesuaikan, atau inverter AC. Kontroler, umumnya terintegrasi dengan rangkaian driver, sebagai mengontrol  kontrol ke driver.

Pengendali Motor DC

Pengendali dan Penggerak Motor DC adalah perangkat listrik yang memodifikasi daya input dengan menyesuaikan sumber arus konstan atau bolak-balik ke output arus searah dengan durasi atau frekuensi pulsa yang bervariasi. 

Spesifikasi utama harus di perhatikan agar dapat sesuai dengan aplikasi yang di inginkan, yang perlu di perhatikan adalah mode pengoperasian penggerak, jenis motor, sistem loop, klasifikasi tegangan, konsumsi daya, jenis sinyal keluaran, sistem komunikasi, serta spesifikasi listrik input dan output.

Pengendali dan penggerak motor DC digunakan terutama untuk mengendalikan kecepatan dan torsi motor untuk peralatan mesin, kendaraan listrik, pompa, dll. Pengendali, biasanya terintegrasi dengan rangkaian penggerak, sinyal inputan kendali ke penggerak.

Pengendali Motor servo

Pengendali dan Penggerak Motor Servo adalah perangkat elektronik yang memodifikasi daya input dengan menyesuaikan sumber arus konstan atau bolak-balik ke output arus bergerak dengan durasi atau frekuensi pulsa yang bervariasi. 

Spesifikasi utama yang perlu di perhatikan adalah, jenis motor, mode pengoperasian penggerak, sistem loop, kapasitas daya, jenis sinyal keluaran, sistem komunikasi, serta spesifikasi kelistrikan. 

Pengendali dan penggerak motor servo digunakan terutama dalam aplikasi kontrol gerak di lingkungan manufaktur dan konstruksi dan digunakan untuk mengontrol kecepatan motor, torsi, dan posisi, dan mungkin digerakkan tegangan AC atau DC. 

Motor servo digunakan dalam banyak aplikasi termasuk peralatan mesin, penentuan posisi mikro, dan robotika, ada banyak jenis mesin lainnya seperti sistem konveyor atau penggerak spindel.
Kontroler, umumnya terintegrasi dengan sirkuit drive, memasok sinyal kontrol ke drive. Drive servo juga dikenal sebagai amplifier servomotor.

Pengendali Motor Stepper

Pengendali dan Penggerak Motor Stepper adalah perangkat elektronik yang memodifikasi daya input dengan menyesuaikan sumber arus konstan atau bolak-balik ke keluaran arus berdenyut, atau "bertingkat".

Spesifikasi utama mencakup aplikasi yang dimaksud, jenis motor, mode pengoperasian penggerak, sistem loop, peringkat daya, jenis sinyal keluaran, antarmuka komunikasi, serta spesifikasi kelistrikan.

Pengendali dan penggerak motor stepper digunakan terutama dalam aplikasi kendali gerak di lingkungan manufaktur dan konstruksi, dan digunakan untuk mengontrol kecepatan, torsi, dan posisi motor. 

Pengendali dan penggerak digunakan dalam banyak aplikasi termasuk peralatan mesin, penentuan posisi mikro, dan robotika, ada banyak jenis mesin lainnya, seperti konveyor atau peralatan OEM.
Kontroler, umumnya terintegrasi dengan sirkuit driver, sebagai sinyal masukan ke driver. Drive stepper juga dikenal sebagai drive pulsa dan penguat langkah. Pengendali stepper juga dikenal sebagai motor indexers.

Pengendali dan Penggerak Motor — Aplikasi dalam Industri

Tidak seperti servomotor dan stepper, kebanyakan motor AC dan DC tidak memerlukan pengendali atau penggerak selain starter motor paling sederhana dan perangkat pelindung motor. 

Penggerak motor AC digunakan ketika kontrol kecepatan motor AC sangat perlu di butuhkan karena pengontrolan kecepatan dalam motor induksi AC biasanya tidak di butuhkan, biasanya kecepatan operasi motor induksi dinyatakan pada namlate motor. 

Motor DC Brushed, pada dasarnya dapat dikontrol kecepatannya hanya dengan memvariasikan tegangan yang mengalir ke rotor dan medan motor. 

Motor DC Brushed dapat di kontrol dengan; tidak ada Pengendali atau drive yang diperlukan. Motor DC brushless yang lebih baru untuk mengubah kecepatan tidak prlu mengubah mekanisnya, karena pengendali dapat mengubah medan magnet secara elektronik.

Motor servo dan stepper, karena merupakan perangkat yang dapat mengatus posisi yang berlawanan dengan mesin gerak putar, juga memerlukan pengendali dan driver untuk pengoperasiannya.

Penggerak motor AC digunakan untuk mengontrol kecepatan motor yang menggerakkan pompa, kipas, dll. di mana katup atau peredam dapat digunakan untuk mengubah aliran putaran. Penggerak motor AC digunakan untuk meningkatkan efisiensi dengan menyetel kecepatan pompa, kipas, dll. agar sesuai dengan kebutuhan.

Drive motor DC digunakan untuk mengontrol motor DC magnet permanen yang dapat bergerak dari sumber AC. 

Motor DC memiliki torsi kecepatan rendah yang sangat baik, makadari itu motor ini sangat cocok untuk sistem derek, dll. di mana beban harus diangkat tanpa “start yang berjalan”. Sebelum munculnya kontrol DC elektronik, motor DC sering di gabungkan sebagai set motor-generator untuk menghasilkan arus searah melalui motor induksi AC.

Kontroler dan penggerak motor servo mengandalkan umpan balik dari motor servo untuk mengontrol posisi, kecepatan, akselerasi, dll. Pabrikan motor servo umumnya menyediakan penggerak yang di jadikan satu dengan motor.

Sementara motor stepper tidak memerlukan loop umpan balik, namun ada motor stepper beberapa menggunakannya. Pabrikan motor stepper juga biasanya menyediakan penggerak untuk motor dengan spesisifikasi sesuai dengan motor stepper tersebut. 

Sebagian besar produsen motor servo dan stepper menyediakan panduan motor jengan jenis apa yang akan bekerja dengan berbagai jenis drivernya

Sebagai Pertimbangan

Cara memilih Pengendali dan penggerak motor dimulai dengan mengetahui jenis motornya, kategori motor yang sesuai kemudian disejajarkan dengan informasi dasar ini.

Memutuskan untuk menggunakan penggerak AC untuk motor induksi itu perlu di pertimbangkan dari segi keekonomisan karena harganya yang sangat mahal.

Motor yang dirancang untuk digunakan dengan penggerak kecepatan variabel biasanya dapat di gunakan dengan.

Pertimbangan lain untuk penggerak AC adalah tergantung aplikasinya, dengan torsi konstan dan torsi variabel menjadi bagian utama.
Untuk aplikasi torsi variabel seperti kipas sentrifugal, persyaratan torsi bervariasi dengan kecepatan motor. 

Untuk aplikasi torsi konstan seperti konveyor, persyaratan torsi harus sama namun dapat di rubah kecepatan motornya. Drive Motor AC biasanya dirancang untuk aplikasi kecepatan variabel atau konstan.

Motor DC brushed yang mengalirkan arus AC biasanya digerakkan menggunakan jembatan penyearah berbasis thyristor yang memungkinkan arus AC mengalir ke motor hanya dalam satu arah, mereplikasi sumber daya DC. Informasi lebih lanjut dapat ditemukan dalam referensi di bawah ini.

Penggerak satu arah biasanya memerlukan rem untuk menghentikan motor sementara penggerak regeneratif dapat menjalankan motor di kedua arah sehingga memberikan gaya henti dengan membalikkan arah putaran motor, Daya yang dihasilkan biasanya dikeluarkan melalui resistor pembalik.

Motor DC brush yang beroperasi pada sistem DC seperti yang ditemukan pada jack palet listrik juga menggunakan kontrol untuk perubahan kecepatan dan arah. Brushless DC, atau magnet permanen, motor juga memerlukan Pengendali untuk mengubah medan magnetnya secara elektronik.

Servomotor dapat berupa tipe AC atau DC, dengan DC tersedia sebagai tipe sikat dan tanpa sikat. Dalam semua kasus, mereka memerlukan kontrol karena mereka adalah perangkat umpan balik. Motor linier umumnya berbasis servo dan memerlukan kontrol juga.

Motor stepper umumnya tidak memerlukan umpan balik tetapi harus "dirumahkan" saat dihidupkan sehingga motor tahu di mana letaknya. Dari sana ia menghitung langkah untuk melacak posisi. Beberapa stepper membonceng drive mereka langsung pada rangka motor.

Atribut Penting

Perangkat Semikonduktor

Secara umum, IGBT dan SCR digunakan untuk perangkat tegangan menengah dan tinggi, sedangkan MOSFET digunakan dalam aplikasi daya rendah.

Fase Input Motor

Kebanyakan Motor memiliki inputan satu atau tiga fase, yaitu pada fase arus bolak-balik yang mensuply motor tersebut. 

Motor stepper tidak mengacu dengan inputan fasa tersebut, karena ada modifikasi dari motor stepper maka ada yang dua atau lima fase.

Mode Pengoperasian Drive

Seperti dibahas di atas, penggerak AC umumnya dirancang sebagai torsi konstan atau torsi variabel tergantung pada aplikasinya.

0 Response to "Sistem Pengendali dan Penggerak Motor Listrik"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel