KUBIKEL 20 KV: Pengertian, Fungsi, Jenis, Komponen, dan Sistem Proteksi Lengkap
Pendahuluan
Dalam sistem tenaga listrik tegangan menengah, keandalan distribusi energi menjadi faktor yang sangat penting. Salah satu peralatan utama yang berperan dalam pengendalian, pengamanan, dan distribusi listrik adalah kubikel 20 kV.
Kubikel banyak digunakan pada jaringan distribusi PLN, industri, gedung besar, hingga gardu distribusi. Peralatan ini berfungsi sebagai pusat kontrol yang menghubungkan, memutuskan, serta melindungi aliran listrik dari sumber menuju beban.
Tanpa kubikel, sistem distribusi listrik akan sulit dikendalikan secara aman, terutama pada tegangan menengah yang memiliki risiko tinggi terhadap gangguan dan arus hubung singkat.
Artikel ini membahas secara lengkap mengenai kubikel 20 kV mulai dari pengertian, fungsi, jenis, komponen, hingga sistem proteksi dan interlock yang digunakan dalam sistem kelistrikan modern.
Pengertian Kubikel 20 kV
Kubikel adalah peralatan listrik tegangan menengah yang berfungsi sebagai:
- Pengendali (control)
- Penghubung (switching)
- Pelindung (protection)
- Pembagi tenaga listrik (distribution)
Secara teknis, kubikel merupakan switchgear tegangan menengah berisolasi logam (metal enclosed switchgear) yang dirancang untuk sistem arus bolak-balik (AC) dengan tegangan di atas 1 kV hingga 35 kV, sesuai standar IEC 298:1990.
Kubikel biasanya dipasang di:
- Gardu distribusi PLN
- Instalasi industri
- Gedung komersial besar
- Sistem pembangkit listrik
- Infrastruktur energi modern
Dengan desain modular, kubikel memudahkan proses operasi, pemeliharaan, serta meningkatkan keselamatan kerja operator.
Fungsi Utama Kubikel 20 kV
Kubikel memiliki tiga fungsi utama dalam sistem tenaga listrik:
1. Pengendalian (Control)
Kubikel mengatur aliran listrik menggunakan saklar utama seperti LBS (Load Break Switch) dan PMT (Pemutus Tenaga).
2. Proteksi (Protection)
Kubikel melindungi sistem dari gangguan seperti:
Hubung singkat
Overload
Gangguan tanah (earth fault)
3. Distribusi (Distribution)
Kubikel membagi daya listrik ke beberapa saluran melalui busbar.
Jenis-Jenis Kubikel 20 kV
Kubikel dibagi berdasarkan fungsi dan peralatan di dalamnya. Berikut jenis-jenis kubikel yang umum digunakan:
1. Kubikel PMS (Pemisah)
Kubikel PMS berfungsi sebagai pemisah jaringan listrik 20 kV.
Karakteristik:
- Tidak memiliki pemadam busur api
- Tidak boleh dioperasikan saat berbeban
- Digunakan saat kondisi tanpa tegangan
Fungsi utama:
- Isolasi rangkaian listrik
- Pemisahan saat maintenance
2. Kubikel LBS (Load Break Switch)
Kubikel ini dapat menghubung dan memutus arus dalam kondisi berbeban.
Karakteristik:
- Dilengkapi pemadam busur api
- Dapat dioperasikan saat sistem aktif
- Dilengkapi grounding switch
Fungsi:
- Switching jaringan distribusi
- Manuver sistem gardu
3. Kubikel CB / PMT (Circuit Breaker)
Kubikel ini memiliki fungsi proteksi otomatis.
Fungsi utama:
- Memutus arus gangguan secara cepat
- Proteksi sistem distribusi
- Terhubung dengan relay proteksi
Dilengkapi:
- Current Transformer (CT)
- Relay proteksi
- Sistem trip otomatis
4. Kubikel TP (Transformer Protection)
Digunakan untuk proteksi transformator distribusi.
Komponen:
- LBS
- Fuse (sekring tegangan menengah)
Jenis:
- Dengan shunt trip
- Tanpa shunt trip
5. Kubikel PT (Potential Transformer)
Berfungsi untuk pengukuran tegangan.
Fungsi:
- Menurunkan tegangan 20 kV menjadi 100 V
- Supply alat ukur kWh meter
- Proteksi relay tegangan
6. Kubikel BI (Outgoing Terminal)
Berfungsi sebagai terminal keluar menuju beban atau jaringan distribusi lain.
7. Kubikel ONS (Pemisah Tanah)
Digunakan untuk grounding saat pekerjaan pemeliharaan.
Bagian-Bagian Utama Kubikel 20 kV
Kubikel terdiri dari beberapa komponen utama yang saling terintegrasi.
1. Kompartemen
Kompartemen adalah ruang utama yang menampung:
- PMT / LBS
- CT / PT
- Busbar
- Terminal kabel
- Sistem mekanik
- Kompartemen terbuat dari pelat baja untuk keamanan operator.
Pengertian Pemutus Tenaga (PMT)
- Hubung singkat (short circuit)
- Beban lebih (overload)
- Gangguan sistem lainnya
- Udara
- Minyak
- Gas
- Vakum
Jenis-Jenis Pemutus Tenaga (PMT)
1. Pemutus Daya Udara (Air Circuit Breaker / ACB)
- Memperpanjang lintasan busur api
- Mendinginkan busur hingga padam
- Desain sederhana
- Mudah dalam perawatan
- Biaya relatif lebih rendah
- Metode Pemanjangan Busur Api pada ACB
- Busur memanjang hingga ujung kontak
- Digunakan pada tegangan rendah hingga menengah
- Cocok untuk arus ratusan ampere
- Busur api dipotong menjadi beberapa bagian
- Setiap bagian mengalami pendinginan
- Arc lebih cepat padam
- Busur api dipaksa mengikuti permukaan isolator
- Lintasan lebih panjang → arc cepat padam
- Tegangan hingga 10 kV
- Arus hingga 50 kA
2. Pemutus Daya Minyak (Oil Circuit Breaker / OCB)
- Busur api terjadi di dalam minyak
- Minyak terurai menjadi gas hidrogen
- Gas tersebut membantu memadamkan busur api
- Kemampuan isolasi cukup baik
- Cocok untuk sistem tegangan menengah
- Minyak mudah terbakar
- Perawatan lebih rumit
- Dimensi besar
- Pemutusan lebih lambat
3. Pemutus Daya Udara Tekan (Air Blast Circuit Breaker)
- Saat busur api muncul, udara bertekanan tinggi ditiupkan
- Udara mendinginkan dan menghilangkan ionisasi
- Busur api padam dengan cepat
- Kecepatan pemutusan sangat tinggi
- Tidak menggunakan bahan mudah terbakar
- Sistem lebih kompleks
- Membutuhkan kompresor udara
4. Pemutus Daya Vakum (Vacuum Circuit Breaker / VCB)
- Kontak berada dalam ruang vakum
- Tidak ada media ionisasi
- Busur api langsung padam saat kontak terbuka
- Sangat cepat dalam memadamkan busur
- Umur pakai panjang
- Perawatan minimal
- Ramah lingkungan
- Biaya awal lebih tinggi
- Membutuhkan sealing yang sangat baik
Perbandingan Jenis PMT
Peran PMT dalam Sistem Kubikel 20 kV
- Proteksi utama sistem
- Pemutus arus gangguan secara otomatis
- Pengaman transformator dan jaringan
- Pengendali distribusi daya
- Relay proteksi
- Current Transformer (CT)
- Potential Transformer (PT)
Trafo Arus (Current Transformer / CT)
- Tegangan Ekstra Tinggi (TET)
- Tegangan Tinggi (TT)
- Tegangan Menengah (TM)
- 1 A
- 5 A
- Akurasi tinggi pada beban normal (5%–120% arus nominal)
- Cepat jenuh (saturasi rendah)
- Digunakan untuk alat ukur
- Amperemeter
- Wattmeter
- VAR meter
- Cos phi meter
- kWh meter
- Tetap akurat pada arus gangguan besar
- Tidak cepat jenuh
- Dirancang untuk arus berlipat dari nominal
- Relay arus lebih (OCR)
- Relay gangguan tanah (GFR)
- Relay diferensial
- Relay jarak
- Relay daya
- Tidak memiliki kumparan primer
- Mudah dipasang
- Banyak digunakan di kubikel indoor
- Tahan terhadap kelembaban
- Cocok untuk instalasi dalam ruangan
- Perawatan minimal
- Menggunakan minyak sebagai isolasi
- Digunakan untuk outdoor
- Cocok untuk tegangan tinggi (70 kV – 500 kV)
- Terminal primer
- Terminal sekunder
- Kumparan sekunder
- Inti besi (core)
- Tangki minyak
- Terminal box
- Expansion bellows
- Grounding plate
Trafo Tegangan (Potential Transformer / PT)
- 20.000 V / 100 V
- 150.000 V / 110 V
Jenis Trafo Tegangan
- Antar fase (phase to phase)
- Fase ke tanah (phase to ground)
- Dua lilitan (standar)
- Tiga lilitan (untuk relay tambahan)
- 100 Volt
- 110 Volt
- 100/√3 Volt
- 110/√3 Volt
- 120 Volt
- Tegangan hingga 34 kV
- Arus pemutusan hingga 31,5 kA
- Melindungi PT dari hubung singkat
- Mencegah kerusakan peralatan
- Peran CT, PT, dan Proteksi dalam Sistem Kubikel
- CT membaca arus
- PT membaca tegangan
- Relay menganalisis kondisi
- PMT memutus jika terjadi gangguan
- Keamanan jaringan
- Perlindungan peralatan
2. Busbar (Rel Penghantar)
Busbar berfungsi sebagai penghubung antar kubikel.
Ciri:
- Terletak di bagian atas kubikel
- Bisa berbentuk pipih atau bulat
- Pada RMU menggunakan isolasi SF6
3. Pemutus Tenaga (Circuit Breaker)
Berfungsi memutus arus saat gangguan.
Jenis PMT:
- Air Circuit Breaker (ACB)
- Oil Circuit Breaker (OCB)
- Air Blast Circuit Breaker
- Vacuum Circuit Breaker (VCB)
4. Saklar Pemisah (PMS)
Digunakan untuk pemisahan rangkaian tanpa beban.
Interlock PMS:
- Tidak dapat ditutup saat PMT aktif
- Hanya bisa dioperasikan pada kondisi aman
5. Terminal Penghubung
Berfungsi sebagai titik koneksi:
- Busbar terminal
- Kabel incoming/outgoing
- Terminal CT
- Terminal PT
6. Mekanik Kubikel
Sistem mekanik digunakan untuk:
- Membuka dan menutup PMT
- Mengoperasikan LBS dan PMS
- Sistem pegas energi switching
7. Lampu Indikator
Menunjukkan adanya tegangan pada sistem.
Biasanya bekerja berdasarkan:
- Tegangan kapasitif
- Indikator visual (lampu neon/LED)
8. Heater (Pemanas Ruang)
Berfungsi menjaga kelembaban di dalam kubikel.
Manfaat:
- Mencegah kondensasi
- Mengurangi risiko korosi
- Menghindari corona effect
9. Handle Kubikel
Digunakan untuk operasi manual:
- Switching PMT
- Operasi LBS
- Grounding switch
Peralatan Proteksi dalam Kubikel
1. Current Transformer (CT)
CT berfungsi untuk:
- Mengubah arus besar menjadi arus kecil
- Isolasi sistem pengukuran
- Sumber input relay proteksi
Jenis CT:
- CT pengukuran (metering)
- CT proteksi
2. Potential Transformer (PT)
PT digunakan untuk menurunkan tegangan tinggi menjadi tegangan standar.
Rasio umum:
- 20 kV / 100 V
- 150 kV / 110 V
3. Relay Arus Lebih (OCR)
OCR bekerja saat arus melebihi batas normal.
Fungsi:
- Proteksi hubung singkat
- Proteksi overload
- Backup proteksi sistem
4. Sekering Tegangan Menengah (Solefuse)
Berfungsi melindungi transformator dari gangguan arus lebih.
Sistem Interlock pada Kubikel
Interlock adalah sistem pengaman untuk mencegah kesalahan operasi.
Fungsi interlock:
- Mencegah operasi tidak aman
- Menghindari human error
- Menjamin keselamatan operator
Contoh sistem interlock:
- PMS tidak bisa aktif saat PMT tertutup
- Pintu tidak bisa dibuka saat sistem aktif
- Grounding hanya aktif dalam kondisi tertentu
Prinsip Kerja Kubikel 20 kV
Kubikel bekerja dengan prinsip:
- Energi listrik masuk melalui incoming feeder
- Disalurkan melalui busbar
- Dialirkan ke outgoing feeder
- Dilindungi oleh relay dan CT
- Dapat diputus oleh PMT saat terjadi gangguan
Keunggulan Kubikel 20 kV
- Aman dan tertutup (metal enclosed)
- Mudah dioperasikan
- Sistem proteksi otomatis
- Perawatan lebih mudah
- Modular dan fleksibel
Kesimpulan
Kubikel 20 kV merupakan komponen vital dalam sistem distribusi tenaga listrik tegangan menengah. Dengan fungsi utama sebagai pengendali, penghubung, dan pelindung, kubikel memastikan distribusi listrik berjalan aman, stabil, dan efisien.
Dengan memahami struktur, jenis, komponen, serta sistem proteksi di dalamnya, operator dan teknisi dapat meningkatkan keandalan sistem serta meminimalkan risiko gangguan listrik.
Penguasaan konsep kubikel sangat penting bagi dunia industri, khususnya pada sistem tenaga listrik modern yang menuntut keamanan dan kontinuitas tinggi.























Belum ada Komentar untuk "KUBIKEL 20 KV: Pengertian, Fungsi, Jenis, Komponen, dan Sistem Proteksi Lengkap"
Posting Komentar