Pengertian Motor Induksi Serta Prinsip Kerja Motor Induksi

Motor Induksi adalah peralatan listrik yang dapat mengubah energi listrik menjadi energi mekanik, dan juga dapat mengubah energi mekanik menjadi energi listrik yang biasa di sebut Generator set atau pada pembangkit Listrik, peralatan ini memiliki peranan penting pada dunia modern. 

Contoh pengunaan motor listrik adalah Pembangkit listrik, robotika, pabrik, dan banyak lagi telah , Motor ini mengubah arus listrik menjadi gerakan rotasi, dan untuk mengetahui cara kerja serta jenis motor listrik silahkan baca di sini

Pengertian Motor Induksi Serta Prinsip Kerja Motor Induksi

Motor Induksi adalah kelas motor AC yang menerapkan efek induksi elektromagnetik untuk menghasilkan energi rotasi.

Motor Induksi adalah mesin bertenaga yang mendominasi dunia industri dengan desainnya yang sederhana penggunaanya lebih efektif.

Pada artikel ini akan kita jelaskan Pengertian, prinsip kerja, fungsi, spesifikasi, aplikasi motor induksi,  motor induksi dan akan menyarankan bagaimana cara memilih jenis motor induksi terbaik untuk proyek Anda.

Apa Itu Motor Induksi?

Motor induksi adalah jenis motor AC yang ditemukan pada akhir 1800-an, dan menggunakan pengaplikasian dari ilmu elektromagnetisme

Motor ini terdiri dari stator dan rotor, yang masing-masing merupakan komponen motor stasioner dan rotasi. 

Stator berisi gulungan kawat yang terhubung ke sumber daya AC, dan rotor "armature" yang bergerak dikonfigurasi sehingga dapat berinteraksi dengan kumparan stator melalui elektromagnetisme. 

Atribut rotor tergantung pada jenis motor induksi, namun semua motor induksi memiliki medan elektromagnetik EMF yang dihasilkan di stator yang menginduksi EMF berlawanan di rotor dan menghasilkan energi rotasi dari induksi elektromagnetik ini.

Bagaimana Prinsip Kerja Motor Induksi?

Meskipun motor induksi memiliki desain yang simpel,namun sangat rumit ketika menjelaskan cara kerjanya, karena melibatkan hukum fisika elektromagnetisme yang tidak terlihat.

Gulungan kawat di stator terhubung ke arus AC, yang menciptakan EMF di sekitar muatan yang bergerak dalam koil melalui Hukum Ampere. 

Arus bolak-balik menyebabkan arah aliran arus dalam kumparan menjadi flip-flop, mengubah orientasi EMF stator sefasa dengan frekuensi AC. 

Pada motor induksi, EMF stator yang berputar menginduksi EMF yang berlawanan pada rotor, menyebabkan bergerak berputar sesuai Hukum Faraday & Hukum Lenz.

Motor induksi sering disebut motor “asinkron” karena frekuensi putarannya selalu lebih rendah dari frekuensi AC. 

Perbedaan antara kecepatan fluks dan kecepatan rotor dikenal sebagai "slip" adalah hasil dari penggunaan induksi untuk memutar rotor,apabila kecepatan rotor yang sama dengan kecepatan sinkron dengan frekuensi  maka tidak akan menghasilkan induktansi terukur dalam kumparan rotor dan tidak ada percepatan mekanis, motor yang seperti ini di namakan motor sinkron. 

Untuk informasi lebih lanjut tentang Motor Sinkron dapat ditemukan di artikel kami tentang motor Sinkron

Spesifikasi Motor Induksi

Ada beberapa spesifikasi penting saat memilih motor induksi, di bawah ini akan di jelaskan secara singkat parameter penting yang harus dipahami.

Tegangan & frekuensi AC

Peringkat yang paling umum ditemukan untuk tegangan dan frekuensi AC adalah 220-240V 50Hz, yang merupakan standar untuk stopkontak di dinding perumahan. 

Ada tegangan standar lainnya 110-120 V 60Hz, 460-480V 60 Hz, dll. Tegangan yang lebih besar akan meningkatkan ukuran motor, karena arus yang lebih besar akan membutuhkan lebih banyak gulungan kawat untuk mengalirkannya secara efektif, tetapi juga akan meningkatkan daya keluaran.

Tipe fase

Motor induksi satu fase hanya menggunakan satu arus AC dan dengan demikian harus mengalirkan EMF agar dapat memutar motor. 

Makadariitu Motor satu fase, tidak dapat starting sendiri seperti motor induksi tiga fase dan harus di starting menggunakan kapasitor atau sumber eksternal lainnya. 

Motor induksi tiga fase menggunakan Tiga arus AC yang digunakan untuk menggerakkan motor tanpa menggunakan kapasitor.

Untuk informasi lebih lanjut tentang mekanisme start, Silahkan untuk membaca artikel kami tentang jenis-jenis starter motor.

Daya keluaran Atau Daya Mekanik

Daya mekanik pada motor biasanya mengunakan satuan Watt (W) atau tenaga kuda (HP), disebut daya keluaran kontinu.

Jumlah kutub & kecepatan dasar

Kutub induksi adalah pasangan Kutub Utara-Selatan yang terdapat pada kumparan stator yang menghasilkan efek putaran pada rotor, dan memiliki susunan bilangan genap (2, 4, 6, dst). 

Kutub-kutub ini mempengaruhi kecepatan rotasi, dan persamaan yang menghubungkan kecepatan dasar dengan kutub didefinisikan sebagai:

Pengertian Motor Induksi Serta Prinsip Kerja Motor Induksi

Pada persamaan tersebut maka jumlah kutub samadengan tegangan input di bagi frekuensi, semakin banyak kutub akan menurunkan kecepatan motor. 

Desainer akan meningkatkan jumlah kutub jika membutuhkan motor yang lebih lambat, dan juga dapat mengurangi kutub untuk menambah kecepatan. 

RPM pada motor induksi AC adalah 3600 RPM (2 kutub) dan 1800 RPM (4 kutub), Perhatikan bahwa motor induksi tidak akan sama persis dengan kecepatan ini karena adanya slip Motor.

Torsi keluaran kontinu & kurva torsi-kecepatan

Torsi adalah gaya "putar" yang bekerja melalui radius tertentu dan memiliki satuan ft-lbs atau N-m. Karena sifat asinkron dari motor induksi, torsinya bervariasi dari start-up hingga kecepatan kondisi stabil, dan disajikan dalam grafik kecepatan torsi lihat contoh yang dijelaskan di bawah:

Pengertian Motor Induksi Serta Prinsip Kerja Motor Induksi

Torsi awal adalah torsi awal saat starting, Torsi awal yang rendah biasanya pada beban rendah seperti kipas, pompa.

Torsi pullup adalah torsi terendah yang diperoleh antara kecepatan startup dan beban penuh dan dapat menjadi penghalang untuk beberapa aplikasi yang membutuhkan torsi minimum hingga operasi beban penuh.

Torsi penarikan, atau torsi break-down, adalah torsi tertinggi yang dicapai sebelum motor melambat ke kondisi tunaknya. 

Torsi pengenal menentukan daya keluaran pengenal motor pada kecepatan beban penuh, Ada persamaan yang berguna untuk mendapatkan torsi pengenal yaitu dengan persamaan berikut:

Pengertian Motor Induksi Serta Prinsip Kerja Motor Induksi

Perlu di perhatikan kecepatan lebih kecil dari kecepatan sinkron ini terjadi karena efek slip motor.

Lingkungan kerja Motor Induksi

Yang perlu di perhatikan saat memilih motor induksi yaitu lingkungan kerja apakah kondisi lingkungan berdebu, berair, luar ruangan atau di dalam ruangan.

Aplikasi Motor Induksi

90% dari motor di industri saat ini menggunakan berbagai jenis motor induksi, Sebagian besar peralatan rumah tangga menggunakan motor induksi, meskipun lebih banyak mengunakan motor induksi satu fase untuk efektivitas biaya. 

Motor induksi tiga fase ada dua jenis yang paling banyak di gunakan yaitu: motor sangkar tupai dan motor belitan di rotor, untuk informasi lebih lanjut dapat ditemukan pada artikel kami tentang motor sangkar tupai dan motor putaran belitan.

Motor belitan di rotor berguna dalam aplikasi yang membutuhkan torsi awal yang tinggi dengan arus awal yang rendah dan dapat dikontrol kecepatannya, Motor ini banyak di temukan pada konveyor, derek, pompa, elevator, dan kompresor.

Motor sangkar tupai memiliki efisiensi yang tinggi dan cenderung lebih murah dibandingkan motor lilitan.

Ada beberapa definisi motor berdasarkan aplikasi, yang dirangkum di bawah ini:

  1. Motor Kelas A- torsi awal normal, arus awal tinggi, slip rendah, efisiensi tinggi, beberapa aplikasinya yaitu pada kipas, blower, pompa kecil, dll.
  2. Motor Kelas B- torsi awal normal, arus awal rendah, slip rendah, beberapa aplikasinya yaitu starter tegangan dan aplikasi Kelas A.
  3. Motor Kelas C- torsi awal tinggi, arus awal rendah, beberapa aplikasinya yaitu kompresor, konveyor, pompa reciprocating, dll.
  4. Rotor Kelas D – torsi awal tertinggi, arus awal rendah, slip pengoperasian tinggi, efisiensi rendah, beberapa aplikasi dari motor ini yaitu, buldoser, mesin die-stamping, dll.

Jadi, seperti yang telah dibahas, ada banyak hal yang perlu dipertimbangkan saat memilih motor induksi yang tepat untuk suatu pekerjaan.

Memahami voltase, fase, daya, torsi, kecepatan, dan faktor bentuk akan membantu mempermudah untuk menentukan motor apa yang sesuai dengan aplikasi yang di butuhkan.

Ringkasan

Artikel ini menyajikan pemahaman tentang apa itu motor induksi dan cara kerjanya, Untuk informasi lebih lanjut mengenai jenis Motor Listrik silahkan baca di sini

0 Response to "Pengertian Motor Induksi Serta Prinsip Kerja Motor Induksi"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel